Otak manusia
dibagi menjadi dua bagian yaitu otak kiri dan otak kanan. Otak kiri cenderung kiri
berpikir secara sadar, bernalar melalui logika, menganalisis dan mengatur emosi
dan otak kanan cenderung berpikir secara tidak sadar, berhubungan dengan
kreativitas. Dalam desain dapat dikatakan otak kanan melihat referensi visual
secara keseluruhan, seperti apa itu pemandangan? Kemudian baru melihat rincian
yanga ada di gambar tersebut. Sedangkan otak kiri melihat rinciannya terlebih
dahulu, baru menyimpulkan apa yang terdapat pada karya seni tersebut.
Orang-orang
dengan dominan otak kanan lebih bergantung pada referensi visual untuk memahami
dan sering kali belajar visual. Mereka lebih emosional dan mampu untuk memahami
serta merefleksikan perasaan mereka. Kemudian, mereka juga sangat intuitif dan
memiliki keingin tahuan yang sangat tinggi. Tetapi negatifnya, orang yang
berdominan otak kanan cenderung tidak teratur dan kurang dalam memanajemenkan
waktu mereka.
Sedangkan
orang-orang yang berdominan otak kiri sangat teroganisir. Mereka menyukai deadline. Mereka
juga orang yang lebih suka mendengarkan daripada membaca sesuatu dan lebih
mengandalkan kata-kata untuk mengingat daripada alat bantu visual. Tetapi
negatifnya, karena mereka orang-orang yang terincistep-by-step serta
cara algoritmik, mereka sangat rentan terhadap kesalahan.
HUBUNGANNYA
DENGAN DESAIN
mungkin dari
penjelasan di atas, anda berpikir bahwa orang yang dominan otak kanan lebih
kreatif dari pada orang yang dominan otak kiri. Sebenarnya hal itu harus dikaji
lebih baik. Bagi mereka yang dominan otak kanan, mereka dikatakan lebih kreatif
dalam mendesain karena pandangan mereka melihat dunia lebih luas daripada orang
lain. Sedangkan dominan otak kiri jauh lebih umum dan lebih analitis. Mereka
bisa lebih kreatif dalam mendesain dari orang-orang dominan otak kanan, tetapi
dengan cara yang berbeda. Untuk lebih memahami sifat artistik kedua belah
pihak, mari kita lihat beberapa contoh dibawah ini:
ABSTRAKSI =
OTAK KANAN
Orang
berotak kanan mungkin bersandar lebih ke arah seni abstrak, karena kurangnya
ketertiban dan kekacauan. Abstraksi juga memberikan konsep tanpa batas,
sehingga dapat dianggap lebih outside-the-box, atau kreatif. Seni
abstrak juga dikenal untuk menggambarkan emosi, bahkan dengan tidak ada bukti
visual keras. Orang berotak kanan mungkin lebih mudah dapat menangkap makna
sepotong abstrak lebih dalam.
REALISME
= OTAK KIRI
Sedangkan
orang berotak kiri lebih tertarik dengan seni yang tertib dibandingkan abstrak.
Apa yang dimaksud dengan seni tertib? Seni tertib lebih mengarah ke foto yang
realitis seperti pemandangan, model atau apa saja yang berhubungan dengan
pedoman dan bentuk.
PAHAMI GAYA
ANDA
Seperti yang
dikatakan diatas, orang yang berdominan otak kanan cenderung lebih ke arah
abstraksi sementara orang-orang berotak kiri cenderung lebih ke arah realisme.
Jika kita memiliki karakteristik campuran, kita mungkin cenderung ke arah
campuran. Termasuk dalam hal mendesain.
Anda perlu
menemukan gaya Anda, dan coba campurkanlah pilihan Anda antara abstraksi dan
realisme. Menambahkan bentuk yang lebih mungkin bagi mereka yang berdominan
otak kiri lebih kuat, tetapi dengan petunjuk dari pemikiran otak kanan.
Abstraksi dengan sedikit bentuk mungkin bagi mereka yang berdominan otak kanan,
tetapi memiliki sedikit pemikiran otak kiri. Jika Anda bisa menggabungkannya
dengan baik hal itu dapat mencapai keseimbangan yang lembut.
Lihatlah
beberapa jenis desain, dan buatlah catatan yang menarik bagi Anda. Kemudian
simpanlah dalam koleksi Anda agar Anda dapat teliti kesamaan mereka. Kemudian
uji sisi abstraksinya dan analisis. Jika Anda sudah lihai dalam melakukan hal
ini, artinya Anda sudah berhasil mencampurkan sisi otak kanan dan kiri anda.
PATUHI OTAK
ANDA
Jika Anda
suka organisasi, tidak ada salahnya untuk menggunakannya dalam mendesain desain
Anda. Jangan merasa perlu untuk lebih kreatif dengan menjadi lebih unik,
berbeda, atau bahkan menjadi aneh. Satu bisa sama seperti aslinya dengan
menggunakan pengukuran, bentuk, pola, dan aturan. Bagi orang-orang berotak kiri
cobalah membuat satu aturan untuk mematuhi seluruh desain, dan kemudian datang
dengan cara-cara yang berbeda-beda untuk mengubah aturan bahwa seluruh desain
untuk membawa lebih banyak variasi . Misalnya, gunakan hanya satu bentuk dan
mengubahnya menjadi gambar besar, gunakan hanya satu warna dalam nuansa yang
berbeda, atau mencoba karya seni isometrik.
Jika Anda
tidak menyukai bentuk, dan lebih suka mencoba abstraksi ekstrim , kemudian
cobalah lakukan itu. Jangan tahan diri Anda untuk batas karena Anda merasa
bahwa karya seni dibutuhkan organisasi. Hal ini dapat dilakukan, tetapi tidak
harus. Sedangkan untuk orang berotak kanan harus mencoba bereksperimen dengan
warna yang berbeda, pola, tekstur , dan apa pun, sambil menjaga gambaran besar
dalam pikiran . Karena dominasi kanan berarti melihat gambaran besar dan
kemudian detail, bayangkan hasil pertama, dan kemudian detail sepanjang jalan.
Sumber : http://blog.sribu.com






amu gong folo blog.ku Bro.
BalasHapusNdang Folo laah.